Wongcakep’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bergenbiralah

Segala puji bagi Allah yang tiada illah selain Dia. Yang mengetahui segala yang kita sembunyikan dan segala yang kita nyatakan. Tiada kebaikan sekecil apapun melainkan Allah mengetahuinya dan tiada keburukan yang tersembunyi melainkan Allah mengetahuinya.

Shalawat serta salam semoga Allah limpahkan kepada nabi Muhammad.

Suatu hari, seusai melaksanakan shalat Isya, seorang ditanya oleh temannya :”Mengapakah kamu terlihat murung?”

Dengan heran, orang itu balik bertanya kepada temannya:”Apakah wajah saya memang terlihat murung?”

Temannya hanya tersenyum, kemudian menjawab :”Benar. Hanya merasa aneh saja ketika melihat seseorang yang selesai melaksanakan shalat tapi tetap murung.”

Orang itu diam dan berpikir cukup lama.

Kemudian, wajahnya yang tadi terlihat murung berubah menjadi cerah, lalu dia berteriak :”Kamu benar. Sesudah ini, Insya Allah, Aku tidak akan murung lagi seusai melaksanakan shalat!!.”

Tahukah kamu, apakah yang dipikirkan oleh orang itu?

Inilah dia :

Rasulullah bersabda :
“Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?”
Mereka (para sahabat) menjawab : “Tidak ada!”
Rasulullah berkata : “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus semua kesalahan.”
(H.R Bukhari dan Muslim)

dan Rasulullah juga bersabda :
“Maukah kalian kuberitahu perbuatan yang menyebabkan Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat kalian?”
Mereka (para sahabat) berkata:”Ya, wahai Rasulullah”.
Kemudian beliau menyebutkan bahwa salah satunya adalah memperbanyak langkah menuju masjid”
(HR.Muslim)

Dia berpikir, bagaimanakah mungkin seseorang yang dijanjikan akan dihapuskannya dosa2nya disebabkan shalat itu masih tetap murung?

Kemudian Rasulullah juga bersabda :
“Bahwa Allah berfirman: “Aku telah membagi shalat menjadi dua bagian antara Aku dengan hamba-Ku. Dan hamba-Ku mendapatkan apa yang dia minta.” Jika hamba-Ku berkata: “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin”, Allah berfirman: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”
Jika ia mengatakan: “Ar Rahmanir Rahiim.” Allah berfirman: “Hamba-Ku memuja-Ku.”
Jika ia mengatakan: “Maaliki yaumiddin.” Allah berfirman: “Hamba-Ku memulyakan-Ku.”
Jika ia mengatakan: “Iyya kana’budu wa iyya ka nasta’iin.” Allah berfirman: “Inilah bagian-Ku dari hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku maka ia akan memperoleh yang ia minta.”
Jika ia berkata: “Ihdinash shiraatal mustaqim, shiraatalladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh dhaalliin.” Allah berfirman: “Ini bagian untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”
(H.R Muslim)

Dia berpikir, bagaimanakah mungkin seseorang yang selesai “berdialog” dengan Allah itu masih tetap murung?

Kemudian lagi Allah berfirman :
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,”
(Q.S Al-Baqarah : 45)

Dia juga berpikir, bagaimanakah mungkin seseorang yang sudah meminta pertolongan kepada Allah itu masih tetap murung?

Oleh sebab itulah, kemudian wajah orang tersebut yang tadi terlihat murung berubah menjadi cerah, lalu dia berteriak :”Kamu benar. Sesudah ini, Insya Allah, Aku tidak akan murung lagi seusai melaksanakan shalat!!.”

Sedangkan temannya hanya bisa tersenyum mendengar perkataannya itu.

Lalu apakah kita masih murung seusai melaksanakan shalat setelah semua kebaikan dan keutamaan yang Allah janjikan di dalam shalat tersebut?

ditulis oleh saudaraku:……. Mushab Bin Umair

Mei 22, 2009 Posted by | Uncategorized | Komentar Dimatikan

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.